Kakek tua penjual buah rambutan, menantang matahari mengabaikan penat. Usia mencabuti satu persatu hak istimewanya. Ditengah keriuhan yang tak dimengertinya, ia berharap terus berkarya sampai ajal akan tiga pada waktunya.Cibitung 120123
Makam beku yang menjadi penanda kuburan kisah kehidupan. Ziarah atasnya adalah petualangan nostalgi setelah kebahagiaan luruh dan mati jadi tinggal kenangan tersimpan di dalam ingatan, terpatri di dalam hati. Sungguh, segala yang hidup maka pada akhirnyapun akan mengalami mati. Dan kenangan hidup yang mati sebenarnya hanyalah bias dari sebuah persepsi.
Pada hamparan tanah lapang, makam makam tua hancur berlubang, menjadi korban kerakusan anak anak zaman. Padahal daripadanya tetirah mereka mereka yang mengukir langkah sejarah Bangka di masa silam. Dan ternyata hanya mereka yang hiduplah yang bisa memiliki kesanggupan untuk membinasakan kemuliaan.Wonokromo 111116
Ia membawa sejuta beban dari masalalunya, mati rasa melewati titik nadir peradaban manusia, ia menjadi pendekar bagi dunianya sendiri yang sepi. Hanya jutaan trauma masalalu yang melilit badan, dari kaki hingga kepala.
Pagi di Idul Fitri, duduk bersimpuh membelakangi matahari. Kepala menunduk, hati menggumam takbir, memuja kebesaran yang maha kuasa. Ritual kontemplasi tahunan, berharap dapat memperbaiki diri dari godaan dunia yang semakin menggila.
Di jembatan penyebarangan, depan pusat perbelanjaan. Ibu pengemis tertunduk layu, menanti berkah dari derma pejalan kaki yang melintas acuh dihadapannya. Hari ketiga sebelum lebaran tiba, harapan akan rezeki membuncah dikepala. Ia adalah ibu bagi manusia, yang melahirkan orang orang hebat yang sebagian jadi pemimpin bangsa, yang kini lupa bagaimana cara membalas budi.
Pada ujung perjalanan, mengendaplah segala cerita sepanjang kali Ciliwung dari hulunya hingga membelah kota kota. Selamanya cerita tentang perjalanan manusia dengan segala sepahnya. Ditepi teluk Jakarta, jutaan bakteri mengendap jadi sampah, jadi lumpur yang mendangkalkan kali. Dan Museum Bahari dengan menara syahbandarnya tetap membisu kaku menyaksikan kisah kisah manusia Jakarta berlalu.
Sepatu butut itu mengelupas disana sini, kait talinya lepas dua, namun tak mengurangi rasa nyaman jika memakainya.
Ngkong Jeman dari bekasi, melepas lelah sambil menunggu pembeli. Sepeda butut tanpa sadel, berbuah durian meluber dari peti. Sepeda tua pengganti pikulan, teman menjajakan durian dari jalan ke jalan, dari gang ke gang menyusur Jakarta.
Enam papan pariwara komersial merampas lahan sempit didepan lapak, tempat si bapak berjualan dengan strategi pemasaran a la perusahaan multinasional. Billboard, baliho, spanduk, flyer, atau media iklan apapun yang diperjual belikan dengan mahal tak bisa menandingi gaya merayu si bapak, dengan gaya bahasa yang membumi;2.
" MENCUCI KASET MACET2 DAN MASIH BANYAK LAGI KEGUNAAN LAINNYA UNTUK PERAWATAN. TIDAK AKAN RUGI 5000"
3.
"MANFAAT
KASET ENAK DI STEL
MEMBUAT BENING
LAYAR TV
LAYAR LACK TOP
KACA HP
KACA MATA BACA
MEMBERSIHKAN FLEK2 PERANGKAT ELEKTRO"
4.
"SERING KENA KASET MACET2 OPTIC JADI CEPAT LEMAH RUSAK DAN CEPAT PUTUS TIDAK AKAN RUGII BILA PENCEGAHAN DENGAN CARA KASET YANG MACET2 DICUCI"
5.
"PEMBERSIH UNTUK KASET YANG MACET2 COBALAH"
6.
NO DISC2 PILIH PILIH KASET LAGU NGULANG LAGU LONCAT2 KASET MUTAR TDK AD GAMBAR SUARA CUCILAH HED OPTICNYA"
Jembatan Item 110226



Pak Holil asli Jatinegara, sepuluh tahun berdagang barang loak beraneka rupa di Jembata Item. Jika bertemu dengannya, jangan sungkan untuk menyapa sebab beliau ramah tiada terkira. Di trotoar jalan biasa bisa ditemukan, menunggu dagangan dengan setia
"Dari pada iseng dirumah, selagi badan sudah tua" ujarnya merendah pula.
Jembatan Item 110125
Teknologi informasi merasuki darah, daging, dan syaraf manusia. Tugas diabaikan demi komunikasi, keselamatan dikesampingkan demi 'silaturahmi'. Telepon seluler menjadi penjajah baru yang meluluh lantakkan budaya ketimuran, menjadi revolusi sikap baru yang memotong gundul tata krama berbicara, tata krama bertukar sapa.